Juli 13, 2017

Bahagia Itu Sesederhana Kemunculannya yang Tiba-tiba

Di kota yang sudah terlahir istimewa,  10 Juli 2017

Pada pagi hari yang berawan, seperti biasa ku telusuri jalanan kota yang telah terlahir istimewa. Meter demi kilometer aspal terlewati, dan pikiran demi pikiran juga telah melayang jauh kemana-mana menyebrang jalanan lalu lintas. Ditengah-tengah riuhnya klakson mobil dan motor pagi hari memburu waktu, saling bersaut-saut adu keras, terlihat ibu penjaja produk jurnalistik kota dengan senyum tulusnya menawarkan dengan sabar pada pengendara yang berhenti di lampu merah di sebrang jalan sebelah kanan, mengubah isakan tangis menjadi lebih menggugu tertutup slayer dan helm butut.

Merasakan betapa ruginya dipagi hari yang telah belasan menit lalu dimulai dengan isakan yang tak berarti. Merasakan betapa tidak bersyukurnya diri dengan apa yang selama ini telah menjadi keputusan yang diambil sendiri, merasa tak bisa menepati keputusan dengan baik, merasa lelah dengan konsekuensi pahit yang dari awal akan tetap dilakukan walau badai menghadang demi sebuah pengorbanan.

Tak pantas juga rasanya ini disebut pengorbanan, tak pantas juga rasanya ini disebut keputusan yang luar biasa. Coba lihatlah ulang kembali ketulusan ibu tadi, dia bekerja dengan ketulusan, penuh harapan positif terbukti dengan senyuman ikhlasnya. Dan coba lihat diri sendiri, selalu punya alasan untuk terus menggugu meratapi seolah sedang terjebak pada pilihan yang salah.

Kedipan zipping lampu hijau, kembali mengadu pedal gas berburu kecepatan, tak kalah juga dengan minibus entah jalur berapa semangat berburu penumpang setianya, mengagetkan rentetan tiga sepeda motor yang ada dibelakang nya. Saat sigap menggenggam rem lalu pyaarr !!!! seketika lega, bersyukur tombol “pause” dari Nya selalu ada di saat yang tepat. Saat itulah hati mendadak ringan....
Terimakasih Ya Rabb !!!

0 komentar:

Bungaa Tulip. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
Penikmat kata-kata || Mari berjalan bersama untuk banyak tujuan, menjelajahi masa-masa, kalau jatuh istirahatlah sebentar saja bangun lagi jalan, perlu juga kau injak injak kerikil biar tahu nikmatnya rasanya sehat| Temulawak pahit akan tetapi bikin sehat, begitulah kehidupan

Pengikut