Juli 25, 2017

RELATIONSHIP



Dalam dunia pekerjaan, ada banyak pemutushubungan yang dilakukan baik secara sepihak atau juga secara kedua belah pihak baik ilegal maupun legal. Banyak juga alasan yang melatarbelakangi pemutushubungan tersebut, diantaranya karena data analis yang mengharuskan me-layof sekian persen empolye-nya untuk efisiensi biaya operasional, perusahaannya sedang mengalami financial distress, harga saham perusahaannya sedang turun, atau produk perusahaan yang kini kalah eksis dengan kompetitor, dan masih banyak faktor lainnya. Ada juga employe yang memang dengan keinginan sadarnya ingin mengundurkan diri dengan berbagai alasan juga, seperti karena sudah mendapatkan pekerjaan yang baru, karena sudah jenuh, karena gaji tak kunjung naik, karena ikut suami, karena ingin fokus membangun usahanya sendiri dan alasan yang lainnya. Dan jangan salah ada juga yang semena-mena kabur menghilang tanpa kabar bagaikan ditelan bumi begitu saja tanpa ada ijin ke atasan perusahaannya. Yang intinya antara kedua belah pihak baik itu perusahaan yang memang harus segera mengambil kebijakan atau dari sisi si employe nya sendiri yang sudah merasa tidak cocok lagi.

Dalam interpersonal relationship atau hubungan antar manusia pun begitu. Baru-baru ini sepertinya sedang trend sekali ya, menjalin pacaran yang usia hubungannya sudah tahunan seperti KPR-an atau kredit mobil, tapi ditengah perjalanannya terterpa sedikit goncangan, entah dihempas badai taufan, entah besar pasak daripada tiang, entah terlena dengan yang lainnya yang  pada akhirnya, berakhir atau di jual agar bisa alih kredit atau cari yang baru. Ya mungkin itu juga salah satu kebijakan yang memang harus di ambil untuk meminimalisir efek financial distress.

Nah, kini trend tersebut juga terjadi di kalangan orang yang sedang menjalin relationship. Kenapa trend? Ini sebenarnya cuma kesimpulan subjektif saja sih, karena akhir-akhir ini ada banyak teman yang curhat colongan kisah cinta temannya, saudaranya dan bahkan dirinya sendiri yang ditinggal kekasih hati setelah sekian lama menjalin intimate relationship dengan pasangan yang dicintainya dan jadi viral di media sosial. Turut sedih kalau mendengar hal kaya gini. Dan kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan yang seperti ini, kini juga sudah semakin wajar untuk menjadi viral di media sosial. Menurut saya sah sah saja dan gak lebay kok, karena ketika berbagi dengan cara yang positif tentunya akan banyak membawa dampak positif juga bagi diri si pencerita dan si pembaca, dan orang-orang yang demikian itu orang yang memiliki kerelaan hatinya berbagi pengalamannya dengan pembaca agar dijadikan pembelajaran buat kita semua ( itu pendapat saya J ). Bicara soal ruang privacy di media, yang mengendalikan sebenarnya adalah diri kita sendiri. Jika memang kisahnya dengan sengaja ingin dia ceritakan dengan style nya sendiri dan cara yang baik ya tidak masalah kan.

Balik lagi ke point relastionship ya, menurut kalian apa sih yang menyebabkan relationship yang sudah tahunan kandas ditengah jalan?. Tentunya banyak alasan yang menjadi dasar untuk mengakhiri sebuah relationship. Dan tentunya hal demikian ini juga bukanlah sebuah impian dalam menjalin hubungan.

Akan ada banyak hal yang bisa melatarbelakangi mengapa seseorang menjalin sebuah relationship menjadi intimate relationship dan pada akhirnya kandas. Menurut Irwin Altman dan Dalmas Taylor ketika suatu hubungan tertentu antar individu menjadi berkembang,  maka komunikasi akan mengalami pergeseran dari asalnya yang dangkal atau tidak intim, menjadi lebih personal atau lebih intim, disitulah individu sedang menjalankan apa yang disebut Social Penetration.

Nah intimate relationship bisa terjadi jika masing-masing individu melakukan pembukaan diri (self disclosure). Dalam membuka diri biasanya kita akan mengawalinya dengan pembicaraan yang sifatnya ringan, pembicaraan yang sifat mengungkapkan perasaan terhadap apa yang sedang ia rasakan. Selain itu juga memberikan komentar, tanggapan, pendapat terhadap apa yang dilihatnya satu sama lain. Membuka diri tidak sama dengan mengungkapkan detail-detail intim dari masa lalu kita. Orang lain mengenal diri kita bukan dengan mengetahui masa lalu kita. Melainkan dengan mengetahui cara kita bereaksi. Masa lalu hanya berguna untuk menjelaskan perilaku kita di masa kini saja.

Dalam sebuah hubungan biasanya akan sering terjadi obrolan-obrolan yang sifatnya personal, dan juga universal. Hal ini dilakukan tidak hanya melalui tatap muka saja, biasanya jika sudah ada motif ke arah yang lebih dalam, obrolan ini akan dilanjutkan ke berbagai media yang sifatnya lebih privasi, via message, dan media sosial lainnya yang sifatnya pribadi. Dan ini berangsur dalam ritme yang sering.

Self disclosure juga bersifat menular. Jika diri kita dengan rela terbuka mengungkapkan diri kita kepada orang lain, biasanya kita juga akan mendapatkan feedback yang sama dari orang tersebut. Penetrasi biasanya akan berlangsung dengan cepat, tapi lama-lama juga akan melambat. Mengapa?, hal ini bisa terjadi karena lapisan terdalam diri kita sudah tersentuh sehingga akan mengalami sedikit ketegangan entah nantinya akan terjadi konflik dalam batin diri kita sendiri atau konflik pada cara komunikasi kita. Namun ketika kedua orang tersebut dapat mengatasinya dengan baik dan masih memiliki goals dalam diri masing-masing, hubungan akan berlanjut lama dan semakin baik.

Proses yang berangsur-angsur tersebut akan menimbulkan depenetrasi. Hubungan yang erat akan rusak ketika hal yang awalnya di bagi dengan sukarela menjadi di tutup-tutupi. Pembukaan diri memiliki beberapa manfaat. Pertama, pembukaan diri merupakan dasar bagi hubungan yang sehat antara dua orang. Suatu hubungan tidak akan berlanjut apabila tidak adanya keterbukaan. Hal ini menunjukkan pentingnya mengetahui satu sama lain.

Kedua, semakin kita bersikap tebuka terhadap orang lain, semakin orang lain tersebut menyukai diri kita. Seperti yang telah dijelaskan bahwa self disclosure bersifat menular. Apabila kita membuka diri kita terhadap orang lain maka orang tersebut akan melakukan hal yang sama terhadap kita. Ketiga, orang yang mau membuka diri terhadap orang lain terbukti memiliki sifat-sifat berikut: kompeten, ekstrovert, fleksibel, adaptif, dan inteligent, yakni sebagian dari orang yang matang dan bahagia. Keempat, membuka diri berarti bersikap realistis. Maka pembukaan diri kita haruslah jujur, tulus ikhlas dan ada bukti autentiknya. Apabila mengungkapkan diri dengan memanipulasi informasi yang diberikan, itu bukanlah pembukaan diri.

Nah masalahnya, tidak semua individu memiliki self concept atau konsep diri yang baik dan tidak semua orang memiliki kemampuan dalam memanage konflik dalam sebuah hubungan. Sehingga untuk memelihara hubungan yang baik tentunya ada peran “di” dan “me” ada juga peran “saling me” dan “saling di“ seperti misalnya mengayomi dan diayomi. Tidak selamanya perempuan itu diayomi juga sebaliknya. Semua itu tergantung situasi dan kondisi. Kita harus paham betul, konsep mengayomi, menghargai, menghormati dan memahami satu sama lain. Hubungan tidak akan berjalan baik jika keegoisan dalam diri masing-masing masih terus dibiarkan tumbuh menguasai diri.

Kita juga perlu menggarisbawahi untuk menjalani sebuah hubungan yang baik, perlu adanya juga yang namanya komunikasi yang efektif. Yang di dalamnya selain terdapat keterubukaan (openess), juga harus ada yang namanya empati (empathy), dukungan satu sama lain (supportiveness), rasa positif (possitiveness), kesetaraan (equality). Dan kesemua itu harus sama-sama disadari dan dilakukan oleh masing-masing individu yang menjalani intimate relatioship bukan hanya salah satu saja yang sadar dan mempraktikannya. Jika sudah menjalin hubungan dalam waktu yang sangat lama, sudah mencintai kekurangan dan kelebihannya dengan sepenuh hati, namun ditengah perjalanan kita tidak mendapatkan hal yang setara, bolehkah kita bersedih hati? Bolehkah kita merasa menyesal? Bolehkah kita merasa dipertemukan dengan orang yang salah?. Boleh kok, tidak apa-apa yang penting jangan terlalu larut dalam kesedihan. Dirimu juga butuh terapi, butuh proses untuk kembali ke perasaan dan logika yang normal. Bersyukurlan masih ditunjukkan di waktu tepat, bersyukurlah tidak dikhianati terlalu lama. Bersyukurlah kita diberikan kesempatan untuk belajar. Dirimu juga butuh bahagia dengan orang yang mau sama-sama membahagiakan satu sama lain. Dirimu juga butuh seseorang yang sama-sama mau diajak berjuang dalam duka maupun suka. Dirimu juga berhak medapatkan seseorang yang mau setia pada satu hati, bukan untuk mendua. Jika pengkhianatan adalah balasan atas kesetiaanmu selama ini, kini saatnya kamu berhak mendapatkan kebebasan hati untuk membuka hati yang baru bertemu dengan seseorang yang hanya punya satu hati untukmu saja.

Kata banda neira “Badai Tuan telah berlalu. Salahkah ku menuntut mesra?. Tiap pagi menjelang Kau di sampingku Ku aman ada bersama mu. Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu. Ku di liang yang satu Ku di sebelahmu. Badai Puan telah berlalu. Salahkah ku menuntut mesra?. Tiap taufan menyerang Kau di sampingku Kau aman ada bersama ku. Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu Ku di liang yang satu Ku di sebelahmu.

Ya karena tidak ada salahnya kita menuntut mesra pada pasangan, tidak ada salahnya kita menuntut setia, tidak ada salahnya kita menuntut untuk memberi ruang hanya untuk satu hati saja. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah merasa tertuntut akan hal itu. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernh merasa berat untuk berkorban dan berjuang bersama-sama. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah membiarkan konflik terus berjalan panjang. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah rela kau jauh darinya dalam waktu yang lama. Karena pasangana yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah membiarkanmu sedih yang tak berkesudahan. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu akan menuntunmu berjalan bersamaan, bukan membiarkanmu terombang-ambing dalam kebingungan. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu akan siap menjadi pemantik cahaya untukmu, kala pelitamu sedang padam. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah putus asa untuk terus bersama, karena pasangan yang benar-benar mencintaimu ialah yang tak pernah terbesit sedikit pun untuk mendua hati dan fisiknya. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tak akan pernah tega membiarkanmu menunggu terlalu lama. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu adalah pasangan yang tak hanya berani mencintaimu saja namun yang berani mempertanggungjawabkan cintanya dihadapanmu, dihadapan semua orang dan Tuhannya. Carilah, Jagalah dan Pertahankanlah pasangan yang sama-sama tidak akan pernah bosan dengan fisik, sifat dan sikapmu sampai menua, karena tujuan utama dari sebuah pertemuan adalah pernikahan. Carilah, Jagalah dan Pertahankanlah pasangan yang sama-sama ingin saling melengkapi, sama-sama ingin saling menyempurnakan satu sama lain, sama-sama ingin saling membahagiakan satu sama lain.


Dan karena pernikahan adalah urusan jangka panjang. Maka jangan dibangun hanya dari rasa suka jangka pendek. Tidak akan cukup bensinnya. Bisa mogok.*Tere Liye*




Juli 13, 2017

Bahagia Itu Sesederhana Kemunculannya yang Tiba-tiba

Di kota yang sudah terlahir istimewa,  10 Juli 2017

Pada pagi hari yang berawan, seperti biasa ku telusuri jalanan kota yang telah terlahir istimewa. Meter demi kilometer aspal terlewati, dan pikiran demi pikiran juga telah melayang jauh kemana-mana menyebrang jalanan lalu lintas. Ditengah-tengah riuhnya klakson mobil dan motor pagi hari memburu waktu, saling bersaut-saut adu keras, terlihat ibu penjaja produk jurnalistik kota dengan senyum tulusnya menawarkan dengan sabar pada pengendara yang berhenti di lampu merah di sebrang jalan sebelah kanan, mengubah isakan tangis menjadi lebih menggugu tertutup slayer dan helm butut.

Merasakan betapa ruginya dipagi hari yang telah belasan menit lalu dimulai dengan isakan yang tak berarti. Merasakan betapa tidak bersyukurnya diri dengan apa yang selama ini telah menjadi keputusan yang diambil sendiri, merasa tak bisa menepati keputusan dengan baik, merasa lelah dengan konsekuensi pahit yang dari awal akan tetap dilakukan walau badai menghadang demi sebuah pengorbanan.

Tak pantas juga rasanya ini disebut pengorbanan, tak pantas juga rasanya ini disebut keputusan yang luar biasa. Coba lihatlah ulang kembali ketulusan ibu tadi, dia bekerja dengan ketulusan, penuh harapan positif terbukti dengan senyuman ikhlasnya. Dan coba lihat diri sendiri, selalu punya alasan untuk terus menggugu meratapi seolah sedang terjebak pada pilihan yang salah.

Kedipan zipping lampu hijau, kembali mengadu pedal gas berburu kecepatan, tak kalah juga dengan minibus entah jalur berapa semangat berburu penumpang setianya, mengagetkan rentetan tiga sepeda motor yang ada dibelakang nya. Saat sigap menggenggam rem lalu pyaarr !!!! seketika lega, bersyukur tombol “pause” dari Nya selalu ada di saat yang tepat. Saat itulah hati mendadak ringan....
Terimakasih Ya Rabb !!!
Bungaa Tulip. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
Penikmat kata-kata || Mari berjalan bersama untuk banyak tujuan, menjelajahi masa-masa, kalau jatuh istirahatlah sebentar saja bangun lagi jalan, perlu juga kau injak injak kerikil biar tahu nikmatnya rasanya sehat| Temulawak pahit akan tetapi bikin sehat, begitulah kehidupan

Pengikut