Dalam dunia pekerjaan, ada banyak pemutushubungan yang dilakukan baik secara sepihak atau juga secara kedua belah pihak baik ilegal maupun legal. Banyak juga alasan yang melatarbelakangi pemutushubungan tersebut, diantaranya karena data analis yang mengharuskan me-layof sekian persen empolye-nya untuk efisiensi biaya operasional, perusahaannya sedang mengalami financial distress, harga saham perusahaannya sedang turun, atau produk perusahaan yang kini kalah eksis dengan kompetitor, dan masih banyak faktor lainnya. Ada juga employe yang memang dengan keinginan sadarnya ingin mengundurkan diri dengan berbagai alasan juga, seperti karena sudah mendapatkan pekerjaan yang baru, karena sudah jenuh, karena gaji tak kunjung naik, karena ikut suami, karena ingin fokus membangun usahanya sendiri dan alasan yang lainnya. Dan jangan salah ada juga yang semena-mena kabur menghilang tanpa kabar bagaikan ditelan bumi begitu saja tanpa ada ijin ke atasan perusahaannya. Yang intinya antara kedua belah pihak baik itu perusahaan yang memang harus segera mengambil kebijakan atau dari sisi si employe nya sendiri yang sudah merasa tidak cocok lagi.
Dalam interpersonal relationship
atau hubungan antar manusia pun begitu. Baru-baru ini sepertinya sedang trend
sekali ya, menjalin pacaran yang usia hubungannya sudah tahunan seperti KPR-an
atau kredit mobil, tapi ditengah perjalanannya terterpa sedikit goncangan,
entah dihempas badai taufan, entah besar pasak daripada tiang, entah terlena
dengan yang lainnya yang pada akhirnya,
berakhir atau di jual agar bisa alih kredit atau cari yang baru. Ya mungkin itu
juga salah satu kebijakan yang memang harus di ambil untuk meminimalisir efek financial
distress.
Nah, kini trend tersebut juga terjadi di kalangan orang yang sedang menjalin relationship. Kenapa trend?
Ini sebenarnya cuma kesimpulan subjektif saja sih, karena akhir-akhir ini ada
banyak teman yang curhat colongan kisah cinta temannya, saudaranya dan bahkan
dirinya sendiri yang ditinggal kekasih hati setelah sekian lama menjalin intimate
relationship dengan pasangan yang dicintainya dan jadi viral di media sosial. Turut sedih kalau mendengar hal
kaya gini. Dan kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan yang seperti ini, kini
juga sudah semakin wajar untuk menjadi viral di media sosial. Menurut saya sah
sah saja dan gak lebay kok, karena ketika berbagi dengan cara yang positif tentunya akan
banyak membawa dampak positif juga bagi diri si pencerita dan si pembaca, dan
orang-orang yang demikian itu orang yang memiliki kerelaan hatinya berbagi
pengalamannya dengan pembaca agar dijadikan pembelajaran buat kita semua ( itu
pendapat saya J
). Bicara soal ruang privacy di media, yang mengendalikan sebenarnya adalah
diri kita sendiri. Jika memang kisahnya dengan sengaja ingin dia ceritakan
dengan style nya sendiri dan cara yang baik ya tidak masalah kan.
Balik lagi ke point
relastionship ya, menurut kalian apa sih yang menyebabkan relationship yang
sudah tahunan kandas ditengah jalan?. Tentunya banyak alasan yang menjadi dasar
untuk mengakhiri sebuah relationship. Dan tentunya hal demikian ini juga
bukanlah sebuah impian dalam menjalin hubungan.
Akan ada banyak hal
yang bisa melatarbelakangi mengapa seseorang menjalin sebuah relationship
menjadi intimate relationship dan pada akhirnya kandas. Menurut Irwin Altman
dan Dalmas Taylor ketika suatu hubungan tertentu antar individu menjadi berkembang, maka
komunikasi akan mengalami pergeseran dari asalnya yang dangkal atau tidak
intim, menjadi lebih personal atau lebih intim, disitulah individu sedang
menjalankan apa yang disebut Social Penetration.
Nah intimate
relationship bisa terjadi jika masing-masing individu melakukan pembukaan diri
(self disclosure). Dalam membuka diri biasanya kita akan mengawalinya dengan
pembicaraan yang sifatnya ringan, pembicaraan yang sifat mengungkapkan perasaan
terhadap apa yang sedang ia rasakan. Selain itu juga memberikan komentar,
tanggapan, pendapat terhadap apa yang dilihatnya satu sama lain. Membuka diri
tidak sama dengan mengungkapkan detail-detail intim dari masa lalu kita. Orang
lain mengenal diri kita bukan dengan mengetahui masa lalu kita. Melainkan
dengan mengetahui cara kita bereaksi. Masa lalu hanya berguna untuk menjelaskan
perilaku kita di masa kini saja.
Dalam sebuah hubungan
biasanya akan sering terjadi obrolan-obrolan yang sifatnya personal, dan juga
universal. Hal ini dilakukan tidak hanya melalui tatap muka saja, biasanya jika
sudah ada motif ke arah yang lebih dalam, obrolan ini akan dilanjutkan ke
berbagai media yang sifatnya lebih privasi, via message, dan media sosial
lainnya yang sifatnya pribadi. Dan ini berangsur dalam ritme yang sering.
Self disclosure juga
bersifat menular. Jika diri kita dengan rela terbuka mengungkapkan diri kita
kepada orang lain, biasanya kita juga akan mendapatkan feedback yang sama dari
orang tersebut. Penetrasi biasanya akan berlangsung dengan cepat, tapi
lama-lama juga akan melambat. Mengapa?, hal ini bisa terjadi karena lapisan
terdalam diri kita sudah tersentuh sehingga akan mengalami sedikit ketegangan
entah nantinya akan terjadi konflik dalam batin diri kita sendiri atau konflik
pada cara komunikasi kita. Namun ketika kedua orang tersebut dapat mengatasinya
dengan baik dan masih memiliki goals dalam diri masing-masing, hubungan akan
berlanjut lama dan semakin baik.
Proses yang
berangsur-angsur tersebut akan menimbulkan depenetrasi. Hubungan yang erat akan
rusak ketika hal yang awalnya di bagi dengan sukarela menjadi di tutup-tutupi. Pembukaan
diri memiliki beberapa manfaat. Pertama, pembukaan diri merupakan dasar bagi
hubungan yang sehat antara dua orang. Suatu hubungan tidak akan berlanjut
apabila tidak adanya keterbukaan. Hal ini menunjukkan pentingnya mengetahui
satu sama lain.
Kedua, semakin kita
bersikap tebuka terhadap orang lain, semakin orang lain tersebut menyukai diri
kita. Seperti yang telah dijelaskan bahwa self disclosure bersifat
menular. Apabila kita membuka diri kita terhadap orang lain maka orang tersebut
akan melakukan hal yang sama terhadap kita. Ketiga, orang yang mau membuka diri
terhadap orang lain terbukti memiliki sifat-sifat berikut: kompeten, ekstrovert,
fleksibel, adaptif, dan inteligent, yakni sebagian dari orang yang matang
dan bahagia. Keempat, membuka diri berarti bersikap realistis. Maka pembukaan
diri kita haruslah jujur, tulus ikhlas dan ada bukti autentiknya. Apabila
mengungkapkan diri dengan memanipulasi informasi yang diberikan, itu bukanlah
pembukaan diri.
Nah masalahnya, tidak
semua individu memiliki self concept atau konsep diri yang baik dan tidak semua
orang memiliki kemampuan dalam memanage konflik dalam sebuah hubungan. Sehingga
untuk memelihara hubungan yang baik tentunya ada peran “di” dan “me” ada juga
peran “saling me” dan “saling di“ seperti misalnya mengayomi dan diayomi. Tidak
selamanya perempuan itu diayomi juga sebaliknya. Semua itu tergantung situasi
dan kondisi. Kita harus paham betul, konsep mengayomi, menghargai, menghormati dan
memahami satu sama lain. Hubungan tidak akan berjalan baik jika keegoisan dalam
diri masing-masing masih terus dibiarkan tumbuh menguasai diri.
Kita juga perlu
menggarisbawahi untuk menjalani sebuah hubungan yang baik, perlu adanya juga yang
namanya komunikasi yang efektif. Yang di dalamnya selain terdapat keterubukaan
(openess), juga harus ada yang namanya empati (empathy), dukungan satu sama
lain (supportiveness), rasa positif (possitiveness), kesetaraan (equality). Dan
kesemua itu harus sama-sama disadari dan dilakukan oleh masing-masing individu
yang menjalani intimate relatioship bukan hanya salah satu saja yang sadar dan
mempraktikannya. Jika sudah menjalin hubungan dalam waktu yang sangat lama,
sudah mencintai kekurangan dan kelebihannya dengan sepenuh hati, namun ditengah
perjalanan kita tidak mendapatkan hal yang setara, bolehkah kita bersedih hati?
Bolehkah kita merasa menyesal? Bolehkah kita merasa dipertemukan dengan orang
yang salah?. Boleh kok, tidak apa-apa yang penting jangan terlalu larut dalam
kesedihan. Dirimu juga butuh terapi, butuh proses untuk kembali ke perasaan dan
logika yang normal. Bersyukurlan masih ditunjukkan di waktu tepat, bersyukurlah
tidak dikhianati terlalu lama. Bersyukurlah kita diberikan kesempatan untuk
belajar. Dirimu juga butuh bahagia dengan orang yang mau sama-sama
membahagiakan satu sama lain. Dirimu juga butuh seseorang yang sama-sama mau
diajak berjuang dalam duka maupun suka. Dirimu juga berhak medapatkan seseorang
yang mau setia pada satu hati, bukan untuk mendua. Jika pengkhianatan adalah
balasan atas kesetiaanmu selama ini, kini saatnya kamu berhak mendapatkan
kebebasan hati untuk membuka hati yang baru bertemu dengan seseorang yang hanya
punya satu hati untukmu saja.
Kata banda neira “Badai
Tuan telah berlalu. Salahkah ku menuntut mesra?. Tiap pagi menjelang Kau di
sampingku Ku aman ada bersama mu. Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu. Ku
di liang yang satu Ku di sebelahmu. Badai Puan telah berlalu. Salahkah ku menuntut
mesra?. Tiap taufan menyerang Kau di sampingku Kau aman ada bersama ku. Selamanya
Sampai kita tua Sampai jadi debu Ku di liang yang satu Ku di sebelahmu.
Ya karena tidak ada salahnya kita menuntut mesra pada pasangan, tidak ada salahnya kita menuntut setia, tidak ada salahnya kita menuntut untuk memberi ruang hanya untuk satu hati saja. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah merasa tertuntut akan hal itu. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernh merasa berat untuk berkorban dan berjuang bersama-sama. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah membiarkan konflik terus berjalan panjang. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah rela kau jauh darinya dalam waktu yang lama. Karena pasangana yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah membiarkanmu sedih yang tak berkesudahan. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu akan menuntunmu berjalan bersamaan, bukan membiarkanmu terombang-ambing dalam kebingungan. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu akan siap menjadi pemantik cahaya untukmu, kala pelitamu sedang padam. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah putus asa untuk terus bersama, karena pasangan yang benar-benar mencintaimu ialah yang tak pernah terbesit sedikit pun untuk mendua hati dan fisiknya. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tak akan pernah tega membiarkanmu menunggu terlalu lama. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu adalah pasangan yang tak hanya berani mencintaimu saja namun yang berani mempertanggungjawabkan cintanya dihadapanmu, dihadapan semua orang dan Tuhannya. Carilah, Jagalah dan Pertahankanlah pasangan yang sama-sama tidak akan pernah bosan dengan fisik, sifat dan sikapmu sampai menua, karena tujuan utama dari sebuah pertemuan adalah pernikahan. Carilah, Jagalah dan Pertahankanlah pasangan yang sama-sama ingin saling melengkapi, sama-sama ingin saling menyempurnakan satu sama lain, sama-sama ingin saling membahagiakan satu sama lain.
Ya karena tidak ada salahnya kita menuntut mesra pada pasangan, tidak ada salahnya kita menuntut setia, tidak ada salahnya kita menuntut untuk memberi ruang hanya untuk satu hati saja. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah merasa tertuntut akan hal itu. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernh merasa berat untuk berkorban dan berjuang bersama-sama. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah membiarkan konflik terus berjalan panjang. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah rela kau jauh darinya dalam waktu yang lama. Karena pasangana yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah membiarkanmu sedih yang tak berkesudahan. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu akan menuntunmu berjalan bersamaan, bukan membiarkanmu terombang-ambing dalam kebingungan. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu akan siap menjadi pemantik cahaya untukmu, kala pelitamu sedang padam. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah putus asa untuk terus bersama, karena pasangan yang benar-benar mencintaimu ialah yang tak pernah terbesit sedikit pun untuk mendua hati dan fisiknya. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu tak akan pernah tega membiarkanmu menunggu terlalu lama. Karena pasangan yang benar-benar mencintaimu adalah pasangan yang tak hanya berani mencintaimu saja namun yang berani mempertanggungjawabkan cintanya dihadapanmu, dihadapan semua orang dan Tuhannya. Carilah, Jagalah dan Pertahankanlah pasangan yang sama-sama tidak akan pernah bosan dengan fisik, sifat dan sikapmu sampai menua, karena tujuan utama dari sebuah pertemuan adalah pernikahan. Carilah, Jagalah dan Pertahankanlah pasangan yang sama-sama ingin saling melengkapi, sama-sama ingin saling menyempurnakan satu sama lain, sama-sama ingin saling membahagiakan satu sama lain.
Dan karena pernikahan adalah
urusan jangka panjang. Maka jangan dibangun hanya dari rasa suka jangka pendek.
Tidak akan cukup bensinnya. Bisa mogok.*Tere Liye*

